Informasi Terupdate Masa Kini

Senin, 19 Desember 2022

Pengrajin Ondel-ondel di Sudut Kota Jakarta Timur

Ilustrasi Ondel-ondel : Dok.Pribadi


Indonesia negara bernusantara yang kaya akan budaya, suku, dan ras. Dengan banyaknya budaya, suku, dan ras yang berbeda-beda di Indonesia, kewajiban kita sebagai masyarakat untuk mempelajari dan mengetahui hal tersebut.

Di sudut kota Jakarta Timur terdapat pengrajin ondel-ondel betawi, Jaja adalah namanya. Sosok laki-laki pekerja keras yang tiada hentinya untuk memenuhi kehidupan keluarganya. Meski kini dikejar oleh perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat, hal tersebut tidak mematahkan semangat pada dirinya.

Suara sisikan potongan bambu kala jaja sedang merangkai kerangka badan ondel-ondel. Satu persatu disambungkan dengan teliti agar tak ada yang tertinggal. Dengan fokus yang tinggi dan cekatan jaja memasangkan serabut sapu ijuk di bagian atas agar terbentuknya kerangka kepala ondel-ondel. Setelah terbentuknya kerangka badan pada ondel-ondel, tidak lupa Jaja memberikan aksesoris pada ondel-ondel. Aksesoris ondel-ondel berupa baju, anting-anting untuk ondel-ondel perempuan, selendang/kain, dan kembang kelape yang menjadi ikon khusus pada ondel-ondel.

Tidak hanya sebatas ondel-ondel raksasa yang dibuat oleh jaja. Dia juga membuat dan menjualkan suvenir gantungan ondel-ondel yang terbuat dari kain fanel, topeng ondel-ondel, dan yang paling menarik jaja membuat miniatur ondel-ondel dengan bahan botol bekas yang tidak terpakai.

Jaja menggunakan botol bekas sebagai rasa kemanusian kepada alam. Mendaur ulang sesuatu yang tidak terpakai dapat ia kelola menjadi sebuah karya yang menghasilkan uang. Tidak hanya bermanfaat bagi dirinya, tetapi juga bermanfaat kepada alam.

Dalam pekerjaan ini, ia memakan waktu yang cukup lama. Produk yang ia jual harus ia rakit dengan tangan dan tidak menggunakan mesin. Namun hal tersebut tidak ia sesali, dia sangat bangga membuat kerajinan tersebut dibandingkan dengan mengamen menggunakan ondel-ondel.

Rasa dilema dirasakan oleh Jaja sebagai pengrajin ondel-ondel. Ia bercerita bahwa dahulu kegunaan ondel-ondel hanya digunakan saat acara adat yang sakral. Tidak seperti saat ini yang sedikit beralih dijadikan sebagai alat untuk mengamen dengan diiringi musik dari speaker. Dia berpikir akan lebih baik jika mengamen dengan ondel-ondel diiringi oleh alat musik seperti gong, kong’hayang, dan tehyan.

Jaja sangat berharap kepada masyarakat maupun seniman agar terus menjaga kebudayaan yang ada di Indonesia. Suatu budaya harus digunakan sebagai mana mestinya, jangan salah u digunakan dan menyimpang aturan budaya tersebut. Nilai suatu budaya akan mahal jika kita sebagai masyarakat mau melestarikannya. Jika suatu bangsa kehilangan budayanya maka hilanglah identitas negara tersebut. 

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Recent Posts

false

Unordered List

Sample Text

Theme Support