![]() |
| https://www.pexels.com/id-id |
Umat Kristiani merayakan Natal setiap tahunnya pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari lahir Yesus Kristus. Natal disambut dengan rasa suka cita dan penuh kebahagian.
Banyak cara untuk menyambut Natal salah satunya, seperti umat
Kristiani Indonesia yang merayakan Natal dengan memadukan keragaman budaya di
setiap daerahnya. Hal ini menjadikan momen perayaan Natal menjadi unik dan menarik.
Melansir dari beberapa sumber, berikut rangkuman 10 tradisi unik menyambut Natal di
Indonesia :
Van Vare, Larantuka
Tradisi unik pertama berada di Larantuk, Flores Timur.
Masyarakat di sana merayakan dengan penampilan musik dari orkesta yang diringi paduan
suara Keuskupan Larantuka, atau lebih dikenal dengan Van Vare.
Dibalik tradisi ini bertujuan agar masyarakat dapat
membangunkan orang-orang dari kebiasaan buruk melakukan dosa. Melalui musik,
lagu dan syair mereka dingatkan agar kembali menuju jalan kebenaran dan kembali
suci di hari Natal.
Barapen, Papua
Barapen adalah tradisi bakar batu yang berada di Papua.
Uniknya batu-batu ini akan dibakar dengan cara menggesekkan kayu hingga
menghasilkan panas.
Saat menunggu api menyala ada beberapa tugas yaitu para
wanita diminta menyiapkan daun-daunan seperti singkong, bayam, pepaya untuk
pakis. Sedangkan laki-laki diberi tugas membuat tabung untuk meletakkan batu
panas yang telah menyala.
Batu yang telah membara dijadikan sebagai tempat memasak
sayuran dan daging babi. Tradisi ini dilakukan sebagai cara untuk memperingati
hari lahirnya Isa Almasih.
Kunci Taon, Manado
Tradisi unik lainnya berasal dari Manado, umumnya Natal
dirayakan pada tanggal 25 Desember setiap tahunnya, namun masyarakat Manado
memulai merayakan Natal 1 Desember hingga awal tahun baru.
Berbagai acara dilakukan mulai dari pra Natal hingga puncak
acara tanggal 25 Desember. Setelah melakukan puncak acara masyarakat Manado
akan berkunjung ke pemakaman keluarga untuk membersihkan area pemakaman serta
menghias area pemakaman dengan bunga segar. Tradisi ini berlangsung hingga
tahun baru.
Pada awal tahun, seminggu pertama di bulan Januari ada acara
yang masih berlanjut yaitu Taon Kunci. Masyarakat Manado melakukan tradisi Taon
Kunci dengan parade berjalan keliling kampung dengan mengenakan kostum unik
untuk menghibur penonton.
Marbinda, Sumatera
Utara
Marbinda merupakan tradisi menyembelih hewan seperti
kerbau, sapi, babi dan hewan ternak lainnya. Peringatan ini hampir mirip dengan
perayaan umat muslim saat Idul Adha. Namun terdapat perbedaan yaitu, hewan yang
dikurbankan merupakan hasil iuran warga sebelum perayaan Natal.
Hewan yang dibeli tergantung berapa banyak jumlah dana yang
terkumpul. Apabila mendapatkan jumlah yang cukup besar, warga akan mengurbankan
kerbau. Namun, jika dana hanya terkumpul sedikit maka warga akan mengurbankan
babi.
Haik dari penyembelihan hewan akan dibagikan secara merata
bagi warga yang berpartisipasi.
Wayang Kulit,
Yogyakarta
Tradisi wayang kulit sangat kental bagi masyarakat jawa. Pada
pertunjukan wayang kulit, seorang Pendeta atau Pastor akan memimpin ibadah di
gereja dengan menggunakan bahasa Jawa halus lengkap dengan pakaian Yogyakarta,
seperti blangkon dan beskap.
Rabo-Rabo, Jakarta
Tak hanya di daerah Ibukota Indonesia juga memiliki tradisi
unik menyambut Natal yaitu Rabo-Rabo. Tradisi ini berawal pada masa penjajahan
yang dilakukan oleh bangsa Portugal yang mengunjungi warga lain saat Natal.
Tradisi ini mirip dengan halal bihalal saat Idul Fitri, namun
perbedaannya terletak pada iringan musik dan tarian dan setiap warga yang
didatangi harus menari bersama rombongan, begitupun seterusnya dari rumah ke
rumah.
Meriam Bambu, Flores
Tradisi meriam Bambu menjadi tradisi yang disenangi oleh
anak-anak saat Natal tiba. Meriam Bambu ini dibuat dari abu dapur dan minyak
tanah yang dimasukkan ke dalam bayang bambu. Cara membunyikan meriam ini dengan
memasukkan api dalam lubang kecil di sisi bambu.
Meriam Bambu ini akan menghasilkan dentuman suara, hal ini
menandakan sebagai ungkapan rasa gembira atas kelahiran Yesus Kristus.
Bunyi Lonceng dan
Sirirne, Ambon
Tradisi Natal yang tak kalah seru lainnya yaitu dengan
membunyikan lonceng di gereja serta sirini secara bersamaan pada malam Natal.
Tak hanya itu masyarakat Ambon juga memeriahkan dengan
beragam dekorasi khas Natal seperti pohon Natal yang dihias di rumah hingga
pertokoan. Tradisi sinterklas mengunjungi rumah-rumah juga dilakukan di Ambon.
Lovely Desember, Toraja
Lovely Desember merupakan tradisi Natal yang cukup meriah
dilakukan oleh masyarakat Toraja. Perayaan ini dilakukan sejak awal bulan
Desember.
Pemerintah daerah Toraja akan mengadakan festival budaya dan
pariwisata (Lovely Desember) saat sebelum Natal tiba. Dengan puncak acara pada
tanggal 26 Desember yang biasanya akan dilangsungkan prosesi upacara Lettoan.
Berbagai upacara adat, pertunjukan seni, dan kuliner ikut memeriahkan tradisi
ini.
Penjor, Bali
Pejor Bali merupakan perayaan Natal yang mrip dengan Hari
Raua Galungan bagi umat Hindu. Saat Natal tiba, setiap gereja aka dihiasi
dengan berbagai bambu dan janur yang indah.
Panjor adalah hiasan janur di batang bambu yang melengkapi
upacara adat serta agama masyarakat Bali. Pada saat Natal telah tiba, umat
kristiani di Bali mengenakan pakaian kebaya tradisional lengkap dengan selendang
dan kain kamben berwarna hitam atau putih.







0 komentar:
Posting Komentar