![]() |
| Ilustrasi Budaya Karawitan |
Budaya Karawitan, apa sih yang ada dalam pikiran Anda
mengenai kata "budaya"? Pernah terlintaskah dalam pikiran bahwa budaya hanyalah sebuah
aksesoris dalam negara ini? Tentu tidak, budaya memiliki sebuah arti yang
sangat luas.
Budaya memiliki nilai yang sangat
penting bagi suatu bangsa. Etnik, Budaya, Tradisi adalah kata-kata yang hampir
umum dikenal di kalangan masyarakat. Memiliki nilai berharga, yang menjadikan jati
dirinya sebagai pengenal bagi setiap bangsa.
Keragaman merupakan warna yang
indah dalam kehidupan, memunculkan sebuah perbedaan namun menyatukan. Eloknya
sang Nusantara dengan menjunjung nilai kesatuan “Bineka Tunggal Ika”,
keceriaan, tawa, suka dan duka, gotong royong menjadi satu dalam negeri ini.
Berbicara mengenai kebudayaan, masih
banyak yang asing mengenai budaya ‘Karawitan’, tak seperti reog Ponorogo, ondel-ondel, dan kecak yang sudah tak
asing bagi masyarakat Indonesia.
Budaya karawitan merupakan seni musik
asal pulau Jawa yang berkaitan dengan seni pertunjukan seperti tari, wayang, ketoprak,
dan lain-lain. Memadukan alunan nada dan irama tertentu yang berasal dari musik
gamelan seperti, gong, kenung, ketuk, gendang, dan seruling.
Seni Karawitan ini juga dapat
diiringi dengan seni vokal yang dilakukan secara khusus untuk menciptakan rasa
artistik yang erat dan saling menyatu dengan alat musik gamelan. Biasanya lantunan
vokal dibuat dengan lantunan “Sekar” yang menciptakan ragam tuturan atau dialek khas.
Tentu karawitan memiliki berbagai
ragam gaya diantaranya karawitan gaya Yogyakarta, gaya Surakarta, gaya
Banyumas, gaya Surabaya (Jawa Timur), gaya Sunda, gaya Bali, dan sebagainya. Perbedaan
gaya tersebut terlihat dari ciri khas, baik dalam jenis gending, gamelan,
maupun cara memainkannya.
Biasanya karawitan dipentaskan pada acara-acara adat seperti pernikahan khitanan,
peringatan hari besar keagamaan dan hiburan
lainnya yang memiliki unsur penting seni karawitan mulai dari alat musik,
syair, pola irama, pementasan, busana dan tata rias.
Kutemui salah satu pembina Karawitan SMA 8 Jakarta, bernama Gatot. kami bercerita banyak mengenai kebudayaan karawitan. Saat sedang bercerita terlihat jelas raut kesedihan dalam dirinya.
Ia bersedih dan menceritakan kebudayaan karawitan
kian menipis peminat. Kekhawatiran tergambarkan dengan sangat jelas di mukanya.
Ia berharap para milenial tertarik dan ingin melestarikan budaya Indonesia
termaksud seni karawitan.
“Menipisnya generasi milenial atau generasi z terhadap budaya menipis. Dampak globalisasi dan masuknya budaya luar mempengaruhi hal ini,” tutur Gatot saat menceritakan.
Tak hanya budaya karawitan, menjaga kebudayaan dan kesenian lainnya merupakan tugas semua masyarakat Indonesia. Menanamkan kepercayaan bahwa
kebudayaan merupakan jati diri bangsa Indonesia yang patut dibanggakan. Bahkan
kita pantas untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia sangat indah dengan
keberagaman yang ada.






.png)
0 komentar:
Posting Komentar