Informasi Terupdate Masa Kini

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 12 Januari 2023

Makna Hidangan Kue keranjang khas Imlek

 

Sumber Foto : https://www.IStockPhoto.com 

Perayaan Imlek atau tahun baru China, pada 22 Januari, sering kali diadakan dengan beragam tradisi unik, berbagai hidangan khas disajikan seperti kue keranjang  yang menjadi ikonik perayaan Imlek.

Hidangan kue Keranjang atau ‘Nian Gao’ terbuat dari tepung beras ketan dengan tekstur lengket, yang disajikan pada malam perayaan Tahun Baru Imlek tiba. Selain sebagai hidangan perayaan, makanan ini memiliki beberapa makna tersirat dibaliknya.

Melansir beberapa sumber, Kue Keranjang melambangkan keharmonisan yang akan membawa keuntungan ditahun yang akan datang. Adapun penyebutan “Tahun yang lebih tinggi”, mengartikan kehidupan yang lebih baik dan keberuntungan di tahun yang akan datang.

Bentuk keranjang yang melingkar menandakan hubungan keluarga yang erat, harmonis dan tak mudah dipisahkan.

Untuk orang tua, Kue Keranjang mengungkapkan keinginan untuk panjang umur . Bagi kaum muda, itu mengungkapkan keinginan untuk promosi dan penghasilan tinggi . Untuk anak-anak, itu mengungkapkan keinginan untuk tumbuh dewasa .

Warna kuning dan putih pada kue melambangkan  Kekayaan.  Dalam budaya Tionghoa, kuning melambangkan emas dan putih melambangkan perak. 

Tak hanya itu, kue keranjang khas Imlek memiliki cerita mistis yang mengatakan kue keranjang diyakini sebagai persembahan licik pada Dewa Dapur, yang bersemayam di setiap sudut rumah.

Sumber lain menceritakan kisah asal usul kue keranjang, berasal setelah kematian Wu Zixu, seorang jenderal dan politikus kerajaan Wu pada musim semi dan gugur, 771—476 SM. Raja Yue, Goujian, menyerang ibu Kota Wu. Hal ini menyebabkan banyak kematian tentara dan warga Wu meninggal akibat kelaparan.

Dari makna dan kisah tersebutlah yang membuat Kue Keranjang wajib ada saat perayaan Imlek, untuk mendapatkan keberuntungan dan mencegah hal-hal buruk.

Share:

Sabtu, 07 Januari 2023

Lebih Seabad Hilang, Katak Pelangi Akhirnya 'Pulang'

 

Sumber foto katak pelangi : http://ksdae.menlhk.go.id/

Setelah lebih dari seabad menghilang kini katak Pelangi (Ansonia latidisca) atau Sambas stream toad ditemukan kembali di Indonesia.

Penemuan kembali katak pelangi merupakan hasil kegiatan Scientific Exploration and Expedition Cagar Alam (CA) Gunung Nyiut 2022, yang dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat  bersama peneliti muda ahli botani.

Awal munculnya katak Pelangi ditemukan pada tahun 1893 oleh Johann Gottfried Hallier, seorang ahli botani asal Jerman, di bagian hulu sungai Sambas, Puncak Gunung Damus, Kalimantan Barat. Dan Semenjak itulah keberadaaan katak pelangi tak terlihat di Indonesia.

Hingga kini terdengar kabar gembira setelah penantian 129 tahun lamanya, Katak Pelangi kembali teramati di wilayah Indonesia. Tepat pada hari peringatan Kemerdekaan RI ke-77 pada 17 Agustus 2022 lalu.

Mengutip laman resmi Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, katak tersebut mempunyai ciri fisik berkaki kurus dan panjang dengan tubuh bertotol-totol. Ukuran tubuhnya sangat mini antara 30-50 mm.

Kulit belakang berwarna hijau terang, ungu dan merah. Bintik-bintik berwarna pada kulit kata tidak merata seperti batu kerikil dan sedikit mirip kutil.

Dari ciri-ciri di atas disimpulkan bahwa katak yang ditemukan dan lihat di Gunung Nyiut, Kabupaten Landak, adalah Katak jenis Sambas stream Toad atau Katak Pelangi.

Saat pertama ditemukan ia sedang berkamuflase mengikuti warna helai daun tempatnya bertengker. Kamuflase sendiri merupakan cara hewan untuk mengelabui musuhnya. Berdasarkan informasi, Kodok Sambas stream Toad atau Katak Pelangi aktif pada malam hari di sekitar sungai atau aliran bebatuan.

Dengan penemuan kembali Sambas stream Toad, Kepala Balai KSDA kalimantan Barat, Sadtata Noor Adirahmanta dan ikut serta dalam kegiatan, mengatakan kegiatan Jelajah CA Gunung Nyiut oleh BKSDA Kalbar dan pihak terkait merupakan pencapaian luar biasa.

Share:

Sabtu, 24 Desember 2022

Makna Gingerbread, Hidangan Manis saat Hari Natal

https://www.pexels.com/id


Gingerbread  atau roti jahe adalah suguhan populer saat Natal, yang memiliki berbagai jenis bentuk. Kue ini pertama kali muncul di Eropa tengah pada Abad Pertengahan, terbuat dari gula dan rempah-rempah yang dibawa kembali dari Timur Tengah oleh tentara saat kembali dari Perang Salib.

Pada abad pertengahan di Inggris kue jahe berarti "jahe yang diawetkan”, namun terdapat perubahan pada abad ke-15, secara khusus roti jahe dibuat pada kue manis dengan treacle dan jahe. Dan pada abad ke-19 dijadikan hidangan ringan saat Natal.

Kue jahe ini juga sangat populer di negara Eropa lainnya, dan pada malam natal terdapat “pemeran kue jahe”. Pertemuan dimana orang dapat mencicipi kelezatan Roti jahe yang dipotong menjadi bentuk dan simbol menggambarkan musim.

Bahkan banyak desa di Inggris melakukan tradisi dimana wanita muda harus memakan pria kue jahe, atau "suami", untuk memastikan bahwa mereka akan segera menikah.

Awalnya Gingerbread  atau roti jahe dibuat oleh para biksu, tetapi pada abad ke-17 dan ke-18 pembuat roti mulai menjadikan roti jahe sebagai suguhan. Di Prancis dan Inggris, pembuat roti ini membentuk serikat pekerja, dan diberi hak eksklusif untuk membuat roti jahe, kecuali saat Natal dan Paskah.

Popularitas kue dan rumah roti jahe menyebar ke Amerika kolonial. Resep bervariasi dari satu daerah ke daerah lain, sesuai dengan asal negara para imigran yang menetap di sana. Sebagian besar resep memiliki lebih sedikit bumbu daripada resep Eropa, dan sering kali pemukim memasukkan bahan-bahan lokal.

Molase sirup maple dimasukkan dalam banyak resep di wilayah utara negara itu, sedangkan molase sorgum digunakan di Selatan. Rumah roti jahe juga sangat populer di Amerika awal, lebih populer daripada di Inggris.

Selain itu, roti jahe gaya Amerika yang keras lebih mirip dengan resep tradisional Jerman daripada roti jahe Inggris yang lebih lembut. Kesamaan ini bahkan lebih kuat di daerah seperti Pennsylvania dengan populasi imigran Jerman yang besar.

Popularitas roti jahe dan rumah roti jahe juga sangat meningkat pesat berkat Grimm Brothers yang menuliskan kisah Hansel dan Gretel, dimana karakter utama menemukan sebuah rumah yang terbuat dari roti Jahe.

 


Share:

10 Tradisi Unik Menyambut Natal di Indonesia. Mana yang Anda Lakukan ?

https://www.pexels.com/id-id


Umat ​​Kristiani merayakan Natal setiap tahunnya pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari lahir Yesus Kristus. Natal disambut dengan rasa suka cita dan penuh kebahagian. 

Banyak cara untuk menyambut Natal salah satunya, seperti umat Kristiani Indonesia yang merayakan Natal dengan memadukan keragaman budaya di setiap daerahnya. Hal ini menjadikan momen perayaan Natal menjadi unik dan menarik.

Melansir dari beberapa sumber, berikut rangkuman 10 tradisi unik menyambut Natal di Indonesia :

Van Vare, Larantuka

Tradisi unik pertama berada di Larantuk, Flores Timur. Masyarakat di sana merayakan dengan penampilan musik dari orkesta yang diringi paduan suara Keuskupan Larantuka, atau lebih dikenal dengan Van Vare.

Dibalik tradisi ini bertujuan agar masyarakat dapat membangunkan orang-orang dari kebiasaan buruk melakukan dosa. Melalui musik, lagu dan syair mereka dingatkan agar kembali menuju jalan kebenaran dan kembali suci di hari Natal.

Barapen, Papua

Barapen adalah tradisi bakar batu yang berada di Papua. Uniknya batu-batu ini akan dibakar dengan cara menggesekkan kayu hingga menghasilkan panas.

Saat menunggu api menyala ada beberapa tugas yaitu para wanita diminta menyiapkan daun-daunan seperti singkong, bayam, pepaya untuk pakis. Sedangkan laki-laki diberi tugas membuat tabung untuk meletakkan batu panas yang telah menyala.

Batu yang telah membara dijadikan sebagai tempat memasak sayuran dan daging babi. Tradisi ini dilakukan sebagai cara untuk memperingati hari lahirnya Isa Almasih.

Kunci Taon, Manado

Tradisi unik lainnya berasal dari Manado, umumnya Natal dirayakan pada tanggal 25 Desember setiap tahunnya, namun masyarakat Manado memulai merayakan Natal 1 Desember hingga awal tahun baru.

Berbagai acara dilakukan mulai dari pra Natal hingga puncak acara tanggal 25 Desember. Setelah melakukan puncak acara masyarakat Manado akan berkunjung ke pemakaman keluarga untuk membersihkan area pemakaman serta menghias area pemakaman dengan bunga segar. Tradisi ini berlangsung hingga tahun baru.

Pada awal tahun, seminggu pertama di bulan Januari ada acara yang masih berlanjut yaitu Taon Kunci. Masyarakat Manado melakukan tradisi Taon Kunci dengan parade berjalan keliling kampung dengan mengenakan kostum unik untuk menghibur penonton.

Marbinda, Sumatera Utara

Marbinda merupakan tradisi menyembelih hewan seperti kerbau, sapi, babi dan hewan ternak lainnya. Peringatan ini hampir mirip dengan perayaan umat muslim saat Idul Adha. Namun terdapat perbedaan yaitu, hewan yang dikurbankan merupakan hasil iuran warga sebelum perayaan Natal.

Hewan yang dibeli tergantung berapa banyak jumlah dana yang terkumpul. Apabila mendapatkan jumlah yang cukup besar, warga akan mengurbankan kerbau. Namun, jika dana hanya terkumpul sedikit maka warga akan mengurbankan babi.

Haik dari penyembelihan hewan akan dibagikan secara merata bagi warga yang berpartisipasi.

Wayang Kulit, Yogyakarta

Tradisi wayang kulit sangat kental bagi masyarakat jawa. Pada pertunjukan wayang kulit, seorang Pendeta atau Pastor akan memimpin ibadah di gereja dengan menggunakan bahasa Jawa halus lengkap dengan pakaian Yogyakarta, seperti blangkon dan beskap. 

Rabo-Rabo, Jakarta

Tak hanya di daerah Ibukota Indonesia juga memiliki tradisi unik menyambut Natal yaitu Rabo-Rabo. Tradisi ini berawal pada masa penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Portugal yang mengunjungi warga lain saat Natal.

Tradisi ini mirip dengan halal bihalal saat Idul Fitri, namun perbedaannya terletak pada iringan musik dan tarian dan setiap warga yang didatangi harus menari bersama rombongan, begitupun seterusnya dari rumah ke rumah.

Meriam Bambu, Flores

Tradisi meriam Bambu menjadi tradisi yang disenangi oleh anak-anak saat Natal tiba. Meriam Bambu ini dibuat dari abu dapur dan minyak tanah yang dimasukkan ke dalam bayang bambu. Cara membunyikan meriam ini dengan memasukkan api dalam lubang kecil di sisi bambu.

Meriam Bambu ini akan menghasilkan dentuman suara, hal ini menandakan sebagai ungkapan rasa gembira atas kelahiran Yesus Kristus.

Bunyi Lonceng dan Sirirne, Ambon

Tradisi Natal yang tak kalah seru lainnya yaitu dengan membunyikan lonceng di gereja serta sirini secara bersamaan pada malam Natal.

Tak hanya itu masyarakat Ambon juga memeriahkan dengan beragam dekorasi khas Natal seperti pohon Natal yang dihias di rumah hingga pertokoan. Tradisi sinterklas mengunjungi rumah-rumah juga dilakukan di Ambon.

Lovely Desember, Toraja

Lovely Desember merupakan tradisi Natal yang cukup meriah dilakukan oleh masyarakat Toraja. Perayaan ini dilakukan sejak awal bulan Desember.

Pemerintah daerah Toraja akan mengadakan festival budaya dan pariwisata (Lovely Desember) saat sebelum Natal tiba. Dengan puncak acara pada tanggal 26 Desember yang biasanya akan dilangsungkan prosesi upacara Lettoan. Berbagai upacara adat, pertunjukan seni, dan kuliner ikut memeriahkan tradisi ini.

Penjor, Bali

Pejor Bali merupakan perayaan Natal yang mrip dengan Hari Raua Galungan bagi umat Hindu. Saat Natal tiba, setiap gereja aka dihiasi dengan berbagai bambu dan janur yang indah.

Panjor adalah hiasan janur di batang bambu yang melengkapi upacara adat serta agama masyarakat Bali. Pada saat Natal telah tiba, umat kristiani di Bali mengenakan pakaian kebaya tradisional lengkap dengan selendang dan kain kamben berwarna hitam atau putih.

Share:

Senin, 19 Desember 2022

Menelisik Budaya Karawitan Jawa

Ilustrasi Budaya Karawitan 

Budaya Karawitan, apa sih yang ada dalam pikiran Anda mengenai kata "budaya"? Pernah terlintaskah dalam pikiran bahwa budaya hanyalah sebuah aksesoris dalam negara ini? Tentu tidak, budaya memiliki sebuah arti yang sangat luas.

Budaya memiliki nilai yang sangat penting bagi suatu bangsa. Etnik, Budaya, Tradisi adalah kata-kata yang hampir umum dikenal di kalangan masyarakat. Memiliki nilai berharga, yang menjadikan jati dirinya sebagai pengenal bagi setiap bangsa.

Keragaman merupakan warna yang indah dalam kehidupan, memunculkan sebuah perbedaan namun menyatukan. Eloknya sang Nusantara dengan menjunjung nilai kesatuan “Bineka Tunggal Ika”, keceriaan, tawa, suka dan duka, gotong royong menjadi satu dalam negeri ini.

Berbicara mengenai kebudayaan, masih banyak yang asing mengenai budaya ‘Karawitan’, tak seperti reog Ponorogo, ondel-ondel, dan kecak yang sudah tak asing bagi masyarakat Indonesia.

Budaya karawitan merupakan seni musik asal pulau Jawa yang berkaitan dengan seni pertunjukan seperti tari, wayang, ketoprak, dan lain-lain. Memadukan alunan nada dan irama tertentu yang berasal dari musik gamelan seperti, gong, kenung, ketuk, gendang, dan seruling.

Seni Karawitan ini juga dapat diiringi dengan seni vokal yang dilakukan secara khusus untuk menciptakan rasa artistik yang erat dan saling menyatu dengan alat musik gamelan. Biasanya lantunan vokal dibuat dengan lantunan “Sekar”  yang menciptakan ragam tuturan atau dialek khas.

Tentu karawitan memiliki berbagai ragam gaya diantaranya karawitan gaya Yogyakarta, gaya Surakarta, gaya Banyumas, gaya Surabaya (Jawa Timur), gaya Sunda, gaya Bali, dan sebagainya. Perbedaan gaya tersebut terlihat dari ciri khas, baik dalam jenis gending, gamelan, maupun cara memainkannya.

Biasanya karawitan dipentaskan pada acara-acara adat seperti pernikahan khitanan, peringatan hari besar keagamaan dan hiburan lainnya yang memiliki unsur penting seni karawitan mulai dari alat musik, syair, pola irama, pementasan, busana dan tata rias.

Kutemui salah satu pembina Karawitan SMA 8 Jakarta, bernama Gatot. kami bercerita banyak mengenai kebudayaan karawitan. Saat sedang bercerita terlihat jelas raut kesedihan dalam dirinya.

Ia bersedih dan menceritakan kebudayaan karawitan kian menipis peminat. Kekhawatiran tergambarkan dengan sangat jelas di mukanya. Ia berharap para milenial tertarik dan ingin melestarikan budaya Indonesia termaksud seni karawitan.

“Menipisnya generasi milenial atau generasi z terhadap budaya menipis. Dampak globalisasi dan masuknya budaya luar mempengaruhi hal ini,” tutur Gatot saat menceritakan. 

Tak hanya budaya karawitan, menjaga kebudayaan dan kesenian lainnya merupakan tugas semua masyarakat Indonesia. Menanamkan kepercayaan bahwa kebudayaan merupakan jati diri bangsa Indonesia yang patut dibanggakan. Bahkan kita pantas untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia sangat indah dengan keberagaman yang ada.



Share:

Pengrajin Ondel-ondel di Sudut Kota Jakarta Timur

Ilustrasi Ondel-ondel : Dok.Pribadi


Indonesia negara bernusantara yang kaya akan budaya, suku, dan ras. Dengan banyaknya budaya, suku, dan ras yang berbeda-beda di Indonesia, kewajiban kita sebagai masyarakat untuk mempelajari dan mengetahui hal tersebut.

Di sudut kota Jakarta Timur terdapat pengrajin ondel-ondel betawi, Jaja adalah namanya. Sosok laki-laki pekerja keras yang tiada hentinya untuk memenuhi kehidupan keluarganya. Meski kini dikejar oleh perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat, hal tersebut tidak mematahkan semangat pada dirinya.

Suara sisikan potongan bambu kala jaja sedang merangkai kerangka badan ondel-ondel. Satu persatu disambungkan dengan teliti agar tak ada yang tertinggal. Dengan fokus yang tinggi dan cekatan jaja memasangkan serabut sapu ijuk di bagian atas agar terbentuknya kerangka kepala ondel-ondel. Setelah terbentuknya kerangka badan pada ondel-ondel, tidak lupa Jaja memberikan aksesoris pada ondel-ondel. Aksesoris ondel-ondel berupa baju, anting-anting untuk ondel-ondel perempuan, selendang/kain, dan kembang kelape yang menjadi ikon khusus pada ondel-ondel.

Tidak hanya sebatas ondel-ondel raksasa yang dibuat oleh jaja. Dia juga membuat dan menjualkan suvenir gantungan ondel-ondel yang terbuat dari kain fanel, topeng ondel-ondel, dan yang paling menarik jaja membuat miniatur ondel-ondel dengan bahan botol bekas yang tidak terpakai.

Jaja menggunakan botol bekas sebagai rasa kemanusian kepada alam. Mendaur ulang sesuatu yang tidak terpakai dapat ia kelola menjadi sebuah karya yang menghasilkan uang. Tidak hanya bermanfaat bagi dirinya, tetapi juga bermanfaat kepada alam.

Dalam pekerjaan ini, ia memakan waktu yang cukup lama. Produk yang ia jual harus ia rakit dengan tangan dan tidak menggunakan mesin. Namun hal tersebut tidak ia sesali, dia sangat bangga membuat kerajinan tersebut dibandingkan dengan mengamen menggunakan ondel-ondel.

Rasa dilema dirasakan oleh Jaja sebagai pengrajin ondel-ondel. Ia bercerita bahwa dahulu kegunaan ondel-ondel hanya digunakan saat acara adat yang sakral. Tidak seperti saat ini yang sedikit beralih dijadikan sebagai alat untuk mengamen dengan diiringi musik dari speaker. Dia berpikir akan lebih baik jika mengamen dengan ondel-ondel diiringi oleh alat musik seperti gong, kong’hayang, dan tehyan.

Jaja sangat berharap kepada masyarakat maupun seniman agar terus menjaga kebudayaan yang ada di Indonesia. Suatu budaya harus digunakan sebagai mana mestinya, jangan salah u digunakan dan menyimpang aturan budaya tersebut. Nilai suatu budaya akan mahal jika kita sebagai masyarakat mau melestarikannya. Jika suatu bangsa kehilangan budayanya maka hilanglah identitas negara tersebut. 

Share:

Minggu, 18 Desember 2022

Cara Menjaga Kesehatan Mental, Buat Dirimu Bahagia

 

Aktivitas yang padat merupakan hal negatif bagi diri Anda, tak hanya merasa lelah secara fisik tetapi juga secara psikis. Terkadang kita terlalu fokus untuk membuat orang lain bahagia, tanpa memperdulikan diri.

Hidup bahagia adalah impian bagi setiap manusia. kehidupan yang sejalan dengan keinginan baik karir, kehidupan, dan pekerjaan adalah hal yang diidamkan oleh semua orang.

Dilihat dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, disebutkan bahwa lebih dari 19 juta penduduk Indonesia yang berusia kurang dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional. Lebih dari 12 juta orang Indonesia yang berusia di atas 15 tahun mengalami depresi.

Banyak orang terkadang tidak menyadari bahwa mereka memiliki gangguan jiwa, baik ringan maupun berat. Pentingnya memperhatikan perasaan suasana hati Anda adalah faktor kunci untuk diri Anda sendiri.

Berikut cara kita untuk membahagiakan diri :

Memprioritaskan Diri

Jika Anda menyelesaikan banyak hal di tempat kerja dan teman kantor Anda meminta bantuan, utamakan diri Anda terlebih dahulu. Bukannya tak mau membantu rekan kantor Anda, tetapi semua tugas Anda juga harus diselesaikan agar tak kena marah atasan.

Apa pun yang ada pada diri Anda utamakan, dan berani menolak akan sesuatu yang menyinggung diri Anda.

Berwisata dan Liburan

Bagi Anda yang selalu mengutamakan aktivitas dan pekerjaan, tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk liburan. Ketika Anda menikmati suasana yang berbeda, perasaan menyenangkan datang kepada Anda. Liburan ini bisa dilakukan bersama keluarga, teman, pasangan, dan diri sendiri.

Atur Mood Diri

Penting bagi Anda untuk mengatur mood agar kejiwaan tetap terjaga. Jika Anda merasa frustrasi yang menimbulkan emosi, berhentilah sejenak dari aktivitas. Anda dapat melakukan hal-hal menyenangkan seperti makan coklat, mendengarkan musik, dan menonton film atau serial yang Anda suka.

Memberikan Reward Diri

Setelah melakukan aktivitas berat dan dalam waktu yang lama. Anda bisa menghadiahi diri sendiri, dengan membeli barang atau makanan yang Anda suka, menghabiskan sepanjang hari sendirian, atau bahkan Anda dapat mengunjungi tempat destiasi wisata yang diimpikan.

Melakukan Hobi 

Mengisi waktu luang dengan kegiatan sejalan dengan hobi dapat meningkatkan perasaan bahagia. Apalagi jika hobi yang Anda jalankan bisa menghasilkan pundi-pundi rezeki. Ini adalah keuntungan besar bagi Anda karena, tak hanya bahagia secara spiritual tetapi tubuh Anda juga bahagia.

Pentingnya membahagiakan diri sendiri merupakan salah satu cara bersyukur kepada Tuhan atas nikmat yang telah kita terima. Semua manusia di bumi memiliki hak atas kehidupan dan kebahagiaan mereka sendiri. Jadi, mulailah sadar diri dan utamakan diri sendiri sebelum kepentingan orang lain. Pikiran yang sehat dimulai dengan gaya hidup sehat dan jiwa yang terpelihara dengan baik.

Share:

Recent Posts

false

Unordered List

Sample Text

Theme Support